Selasa, 23 Juni 2015

TPR "Listen And Say/Repeat, Listen And Draw, Listen And Cut"


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Kita semua belajar untuk memahami dan berbicara bahasa pertama dengann mendengarkan dan menggunakannya dalam situasi alami. Ini adalah cara paling efektif dan menarik untuk belajar bahasa kedua juga. TPR (Total Physical Response) memungkinkan siswa untuk memperoleh kosakata dalam cara yang mirip dengan bagaimana seorang anak belajar bahasa pertamanya. Semua masukan bahasa segera dipahami dan memungkinkan anak-anak untuk melewati masa diam dimana mereka membangun basis pemahaman sebelum pernah diminta untuk berbicara. Setelah bahasa diinternalisasi, produksi muncul.
     TPR (Total Physical Response) juga merupakan metode paling efektif untuk retensi jangka panjang dari kosakata, bahkan siswa yang belajar bahasa melalui TPR tidak akan segera melupakan hal itu. Itulah mengapa kita harus meluangkan waktu kita paling pada kegiatan yang mendorong akuisisi alami, daripada kosakata formal dan penjelasan struktur dan latihan. Disisi lain, TPR menyediakan hubungan antara kata-kata tindakan. Itu untuk mengatakan, konteks berarti bagi pelajar. Metode ini juga membebaskan peserta didik dari tekanan harus menghasilkan bahasa, sebagai pemahaman mendahului produksi.
     Dengan kata lain menggunakan TPR (Listen And Say/Repeat, Listen And Draw, Listen And Cut) pembelajaran akan lebih menyenangkan karena seperti siswa sedang bermain. Siswa akan lebih mudah memahami setelah dia mendengarkan dia langsung melakukan aktivitas baik mengulang kata, menggambar, dan memotong.

B.     Rumusan Masalah
Adapun masalah-masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Pengertian listen and say/repeat, listen and draw, listen and cut?
2.      Pentingnya listen and say/repeat, listen and draw, listen and cut dalam bahasa inggris?
3.      Praktek penerapan listen and say/repeat, listen and draw, listen and cut?

C.    Tujuan Masalah
Adapun masalah-masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Agar mengetahui pengertian listen and say/repeat, listen and draw, listen and cut
2.      Agar mengetahui pentingnya listen and say/repeat, listen and draw, listen and cut
3.      Agar mengetahui praktek penerapan listen and say/repeat, listen and draw, listen and cut

























BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Listen and Say/Repeat
Dalam teknik ini, guru mengucapkan sesuatu dan siswa hanya mendengarkan. Kemudian guru mengucapkan lagi dan siswa diminta mengulang apa yang diucapkan oleh guru (Suyanto,K, 2007:8). Dengan siswa mendengar terlebih dahulu , siswa akan lebih memahami dan mengetahui pelafalan yang benar karena sudah terbiasa mendengarkan kosakata yang diucapkan oleh guru, sehingga pada saat siswa mengulang kembali kosakata yang diucapkan oleh guru maka pelafalannya sudah benar.
Contoh 1 : “Listen and Repeat”

Teacher : This is a book
Students : This is a book
Contoh 2 :
Teacher : It is nose
Students : It is nose
Contoh 3 :
Teacher : This is class
Students : This is class
Contoh 4 :
Teacher : We , you and me
Students : We, you and me

1.      Praktek Penerapan Listen and Say/Repeat
Kegiatan yang dapat dilakukan oleh seorang guru dalam pelaksanaan listen and say/repeat bisa langsung dengan cara guru mengucapkan kosakata lalu siswa mengulang, bisa jadi dilakukan dengan cara seperti dalam permainan pesan berantai dimana seorang murid membisikan pesan kepada yang lain dan meneruskannya pada murid lain. Murid terakhir mengulang apa yang diucapkan dan guru membandingkan pesan itu dengan pesan aslinya. Murid lain menyimak dan ulangi permainan, minta murid mengulang hanya jika pesannya benar.
a.      Contoh dalam metode Singing, Listen and Say/Repeat dalam Proses Pembelajaran
Pembelajaran Bahasa inggris khususnya pada anak usia dini, lebih suka menekankan pada pengenalan akan perintah-perintah dasar (Basic instuctructions) dan pengetahuan akan nama-nama benda atau objek yang ada disekitar mereka (Vocabulary). Maka pemanfaatan Music and movement dalam KBM (kegiatan Belajar Mengajar) dapat dilakukan sebagai berikut :
1)      Ketika Baru Masuk Kelas
Untuk mendapatkan atensi anak sebelum memulai pembelajaran, anak diajak untuk dapat duduk baik dengan hati yang senang (tidak dalam keadaan terpaksa). Hal ini dilakukan dengan mengajak anak menyanyikan lagu sambil menggerakan anggota badan.
Misalnya dengan menyanyikan lagu “Sit Together” (Tune : Where Is Thumbkin?)
Sit together, sit together, Look at me, look at me
I am good, i am good, Look at me, look at me

     Nyanyian (lagu) ini dapat dinyanyikan dengan posisi anak duduk membentuk lingkaran dilantai, dan bernyanyi dengan gerakan menepuk paha masing-masing. Guru sebagai model haruslah dapat menghidupkan suasana kelas agar anak merasanyaman dengan lagu dan gerakan yang dinyanyikan bersama. Melalui nyanyian ini anak diharapkan memahami makna dari lagu yang mereka nyanyikan. Mengajak anak untuk saling menyapa dengan baik dapat dilakukan dengan menyanyikan, misalnya lagu : “Hello-hello”
Hello,hello,hello and how are you?
I’m fine, i’m fine, i hope that you are too.

2)        Ketika Lagu Ini Dinyanyikan
Anak diajak untuk saling melambaikan tangannya sebagai gerakan menyapa. Mengucapkan salam dalam bahasa Inggris (Greeting), dapat juga dikenalkan melalui nyanyian, misalnya lagu : “Good Morning” (Tune: Where Is Thumbkin?)
Good morning, good morning, how are you? how are you?
Very well, i thank you, very well, i thank you
How about you? how about you?
Good afternoon, good afternoon, How are you? how are you?
Very well, i thank you, very well, i thank you
How about you? how about you?
          Nyanyian-nyanyian tersebut hendaknya dapat dinyanyikan pada setiap proses pembelajaran berlangsung, karena pengulangan (Repetition) sangat diperlukan anak usia dini dalam mempelajari hal yang baru. Sebagai Apresiasi pengantar pembelajaran suatu materi ajar, guru dapat menggunakan nyanyian sebagai appersepsinya.
Contoh : ketika mengajar dengan tema wajahku, guru dapat mengajak anak menyanyikan lagu “Happy Face” (Tune: Head and Shoulder)
Eyes, ears, mouth and nose, mouth and nose
Eyes, ears, mouth and nose, mouth and nose
Show your happy face, smile.... and laugh...
Eyes, ears, mouth and nose, mouth and nose

3)      Dalam Pembelajaran Inti
Pada saat kegiatan belajar mengajar berjalan, guru dapat menyelingi dengan nyanyian, bahkan dalam pembelajaran salah satu aspek bahasa itu sendiri, seperti pelafalan atau pengucapan, nyanyian dapat digunakan sebagai materi ajar.
Contoh : Untuk mengajarkan bunyi dasar suatu huruf (Phonics sound), misalnya kita dapat belajar sambil bernyanyi “Latters sounds”
Ants on the apple, a, a, a,
Ants on the apple, a, a, a,
Ants on the apple, a, a, a,
A’ is the sound of ‘A’,
Bells are bouncing, b, b, b,
Bells are bouncing, b, b, b,
Bells are bouncing, b, b, b,
B’ is the sound of ‘B’,
Dan seterusnya.......
          Ketika anak menyanyikan lagu ini, guru dapat sambil menunjukan kartu huruf yang dimaksud. Sehingga diharapkan anak dapat memahami bentuk hurufnya secara visual dan melafalkan bunyinya dengan baik dan benar. Contoh lain dapat dicari dari berbagai sumber yang sudah ada, atau juga diciptakan oleh guru itu sendiri dengan mempertimbangkan kesesuaian antara situasi dan kondisi serta materi yang akan disampaikan. Nyanyian sebagai materi ajar, di dalam pembelajarannya tidak hanya dinyanyikan, akan tetapi juga dibaca dan dipahami oleh anak. Karenanya materi nyanyian harus disesuaikan dengan usia anak agar menyanyi menjadi suatu kegiatan yang menyenangkan bukan menjadi beban.

4)      Sebagai Penutup KBM (Kegiatan Belajar Mengajar)
Setelah menyelesaikan KBM anak diajak untuk merapikan semua perlengkapannya sambil bernyanyi, misalnya dengan lagu, “Clean up time”.
Clean up time! Clean up time! Everyting will look just fine,
We’ll pick up the things and put them all away,
We can use another day.
          Melalui kegiatan anak dapat dilatih untuk mandiri dan mengembangkan rasa tanggung jawab mereka. Untuk mengakhiri proses KBM, menyanyi juga dapat digunakan sebagai penutup, misalnya lagu “Good Bye”
Good bye, good bye everybody,
Good bye, good bye everybody,
Good bye, good bye everybody,
See you next time again.
Dengan proses kegiatan belajar mengajar yang menarik dan variatif seperti ini, tentunya dapat memotivasi anak untuk semakin senang dan menyukai pembelajaran bahasa inggris. Sehingga kosakata akan dapat dengan mudah mereka kuasai dan meningkat walau tanpa menghafalkan kosakata tersebut sehari-hari. Semakin sering mereka mengulang kata-kata yang sama maka akan semakin cepat dan lama pula kosakata tersebut masuk dalam ingatan mereka.
2.      Pentingnya Listen and Say/repeat dalam Pembelajaran Bahasa Inggris
Listen and say/repeat sangat penting dalam proses pembelajaran bahasa inggris, karena dengan membiasakan siswa untuk mendengar lalu mengulang kosakata akan membuat anak belajar lebih aktif dengan listen and say/repeat siswa akan mengetahui pelafalan kosakata dalam bahasa inggris yang benar karena sudah terbiasa dengan mendengarkan kosakata yang diucapkan oleh guru, hal ini akan membuat siswa lebih percaya diri untuk berbicara dalam bahasa inggris. Dengan listen and say/repeat akan membantu siswa mengurangi kesalahan pada pelafalan, karena antara tulisan dan pelafalan dalam bahasa inggris itu berbeda. Pembelajaran juga akan lebih bermakna atau berkesan jika siswa melakukannya.
3.      Keunggulan dan Kelemahan Listen and Say/repeat
a.       Keunggulan
1)      Siswa diajarkan mendengar kosakata dan mengulang apa yang didengarnya.
2)      Hal ini akan membuat siswa terbiasa dengan bahasa yang didengarnya.
3)      Siswa juga akan merasa lebih senang dalam pembelajaran ini.
4)      Membantu siswa untuk mengurangi kesalahan dalam pelafalan.
5)      Jika siswa melakukannya pembelajaran akan lebih bermakna dan berkesan.
b.      Kelemahan
1)      Siswa akan lebih senang mendengarkan dan mengucapkan ketimbang menulis.
2)      Masalah bagi siswa yang memiliki daya pikir yang kurang cepat.
3)      Sulit mengerti dalam melafalkan dan menuliskan karena dalam bahasa Inggris berbeda.

B.     Pengertian Listen and Draw
Kegiatan ini adalah kegiatan menggambar dan mewarnai setelah mereka mengenal beberapa kata, benda dan warna yang didapat melalui proses mendengarkan (Listening). Gambar yang diberikan dapat disesuikan dengan apa yang disenangi siswa atau apa yang dimiliki. Demikian pula tentang warna disesuaikan dengan konteks atau kenyataan yang ada dalam dunia nyata. Disini seorang guru dapat menjelaskan/mendeskripsikan terlebih dahulu tentang lisan pendek yang dapat digambar/diwarnai oleh siswa.
Contoh :
Teacher : Draw a Black Cat (gambar seekor kucing hitam)
                 Draw a Caterpillar on leaf (Gambar ulat didaun)
         


1.      Praktek Penerapan Listen and Draw
a.      Gambar Dikte dan Mewarnai
Kegiatan ini adalah kegiatan jenis tugas yang lebih populer dengan pembelajaran lainnya karena mereka menikmati gambar dan kurang kristis terhadap standar hasil mereka. (Ur.1984). adapun pelajaran tua, guru bisa meminta mereka untuk menarik lebih banyak hal membuat posisi dan arah hal-hal yang lebih rumit.
Example          : Tomato (tomat)
Teacher            : memberikan Clue
Clue                 : Bentuknya bulat mempunyai tiga warna (hijau, kuning, merah) yang menarik , bisa dimakan dan mengandung vitamin A. Buah apakah itu...?
Student           : Answer  “Tomato”
1)      Melengkapi Gambar
Ada gambar garis dengan beberapa item ditarik. Para peserta didik diminta untuk mendengarkan dan menarik sisanya. Hal ini mirip dengan gambar yang lebih rumit dan harus diadopsi. Guru dapat menggunakan landscape atau peta arsitektur.
Contoh : Menghubungkan Gambar yang belum sempurna dan harus melengkapi gambar tersebut.
Misalnya : Gambar Bintang, Binatang dan lain-lain.
2)      Identifikasi dan Seleksi
Para pelajar mungkin juga mendengarkan satu deskripsi atau dialog beberapa gambar, dan kemudian memutuskan dialog atau deskripsikan pertandingan gambar. Atau peserta didik hanya dapat memegang satu gambar dan mendengarkan dua atau tiga kali deskripsi singkat dan dialog. Guru juga dapat menyajikan tugas dalam berbagai penyamaran, untuk mengidentifikasi orang yang dicari atau mobil curian yang dijelaskan dalam pesan radio.
Ini adalah jenis aktivitas yang mana tingkat kesulitan dapat diubah baik oleh tingkat kesamaan atau kontras antara gambar dan oleh tingkat kecanggihan dari deskripsi sesuai dengan kemampuan bahasa target dari peserta didik. Siswa seharusnya mampu untuk menandai gambar mereka, hal-hal yang berbeda dari apa yang mereka dengar.
3)   Menemukan Kesalahan Dalam Gambar
Kegiatan ini mengharuskan siswa untuk mendengarkan guru atau perekam dengan penuh perhatian, dan mencoba untuk mencari tahu kesalahan dalam gambar, yaitu untuk memberitahu perbedaan antara gambar yang diberikan dan yang sedang dijelaskan. Ini adalah jenis kegiatan yang menyenangkan siswa. Ini sebenarnya adalah versi yang sedikit lebih canggih dari latihan benar atau salah, tetapi lebih komunikatif dari “T” tertulis “F” karena pernyataan peserta didik hanya perlu fokus pada makna. Guru bisa menggunakan murni gambar atau gambar, atau menambahkan beberapa kata, frase atau kalimat.
4)      Sequencing (Rangkaian)
Ini adalah variasi dari jenis identifikasi dan seleksi. Pembelajaran sekarang harus mengidentifikasi gambar berturut-turut yang dijelaskan atau disebutkan dalam rangka untuk menempatkan mereka dalam urutan yang benar. Untuk membuat jenis latihan lebih rumit, kita dapat menambahkan jumlah dan tingkat kesamaan gambar, meningkatkan kompleksitas bahasa dan meningkatkan kecepatan pengiriman ketingkat yang lebih sulit.
5)      Menemukan dan Menemukan Rute
Dalam kegitan semacam ini, para peserta didik diminta untuk menempatkan barang-barang tidak berurutan menjadi berurutan. Tapi koleksi yang sesuai, misalnya pada rencana rumah atau kota, atau mereka mungkin mendengarkan keterangan dan melacak rute yang dijelaskan. Sifat input bahasa dapat bervariasi disini. Sebagai contoh, mungkin terdiri dari instruksi langsung yang mana peserta didik harus melaksanakan, deskripsi diucapkan dengan percakapan antara dua orang yang sedang membahas dimana untuk menempatkan furnitur di kamar atau memberitahu orang lain tentang perjalanan baru-baru ini dan seterusnya (Littlewood, 1981). Berbagai jenis peta, kelengkapan informasi, jumlah fitur dan kompatibilitas dari informasi yang disajikan dalam teks membantu guru untuk menemukan tingkat kesulitan suatu tugas.

2.      Pentingnya Listen and Draw Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris
Listen and draw penting dalam pembelajaran bahasa inggris karena kita dapat melatih respon siswa. Listen and draw juga bisa meningkatkan kreatifitas siswa dalam menggambar. Membuat pembelajaran mendengarkan dalam bahasa inggris lebih menyenangkan, sehingga siswa tidak merasa bosan.
3.      Keunggulan dan Kelemahan Listen and Draw
a.       Keunggulan
1)      Dapat melatih respon siswa.
2)      Dapat meningkatkan daya imajinasi siswa.
3)      Dapat meningkatkan kreatifitas siswa dalam menggambar.
4)      Siswa tidak akan merasa bosan karena dalam pembelajaran baha inggris menyenangkan.
5)      Cocok diterapkan di tingkat kelas rendah maupun kelas atas.
b.      Kelemahan
1)      Menjadi tantangan bagi siswa yang pemalu.
2)      Siswa akan lebih senang menggambar dibandikan dengan menulis.

C.    Pengertian Listen and Cut
Listen and cut adalah suatu kegiatan mendengarkan lalu memotong. Kegiatan ini ada hubungannya dengan kegiatan kesenian. Seorang guru bisa terlebih dahulu mendeskripsikan lisan pendek mengenai apa yang akan dibuat, baik mengenai bahan-bahan yang akan dibuatnya maupun langkah-lankah pembuatannya. Contoh : Please make woven mats of paper astero

1.      Praktek Penerapan Listen and Cut
a.      Memotong gambar yang sudah jadi secara langsung. Guru dapat menginstruksikan siswa untuk memotong gambar yang sudah disediakan terlebih dahulu oleh guru, tetapi tetap guru harus menjelaskan terlebih dahulu bagai mana cara memotongnya dan siswa harus mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh guru, sehingga siswa dapat memotong gambar dengan tepat. Contoh : Please cutting the black cat in the picture.
                     
b.      Guru dapat menginstruksikan siswa untuk membuat sebuah karya seni, misalnya membuat anyaman dari kertas. Contoh : terlebih dahulu menjelaskan bahan-bahan apa saja yang akan diperlukan oleh guru lalu siswa membuatnya.

2.      Pentingnya Lisan and Cut dalam Pembelajaran Bahasa Inggris
Dengan menggunakan metode listen and cut dalam pembelajaran bahasa inggris kita bisa melatih keterampilan siswa dan ketelitian siswa. Pembelajaran ini juga bisa bermakna apabila siswa itu melakukannya seperti pada kegiatan memotong ini.
3.      Keunggulan dan Kelemahan Listen and Cut
a.       Keunggulan
1)      Bisa melatih keterampilan kepada peserta didik.
2)      Peserta didik lebih teliti dalam memotong gambar agar hasilnya rapih.
b.      Kelemahan
1)      Hanya cocok di terapkan di kelas 3 sampai kelas atas saja.
2)      Bila di terapkan di kelas rendah (1 dan 2) berbahaya karena menggunakan alat tajam (gunting).






























BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Listen and repeat adalah suatu kegiatan dimana guru mengucapkan sesuatu dan siswa hanya mendengarkan. Kemudian guru mengucapkan lagi dan siswa diminta untuk mengulang apa yang telah diucapkan oleh guru.

Listen and draw adalah suatu kegiatan menggambar dan mewarnai setelah mereka mengenal beberapa kata, benda, dan warna yang didapat melalui proses mendengarkan

Listen and cut adalah suatu kegiatan mendengatkan lalu memotong. Kegiatan ini ada hubungannya dengan kegiatan seni. Seorang guru bisa terlebih dahulu mendeskripsikan lisan secara pendek mengenai apa yang akan dibuat, baik mengenai bahan-bahan yang akan dibuatnya maupun langkah-langkah pembuatannya.

B.     Saran
Saya berharap dengan adanya TPR ( Total Physical Response ) “ Listen and Say/Repeat, Listen an Draw, and , Listen and Cut “ dalam pembelajaran bahasa inggris dapat bermanfaat bagi para pendidik dan siswa dapat dengan mudah memahami kosakata dalam pembelajaran bahasa inggris. Karena pada dasarnya untuk mempelajari bahasa inggris siswa mengalami kesulitan dalam pelafalan dan penulisan.









DAFTAR PUSTAKA





























LAMPIRAN

My Study My Life FTA