Selasa, 30 Juni 2015
Selasa, 23 Juni 2015
TPR "Listen And Say/Repeat, Listen And Draw, Listen And Cut"
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Kita semua belajar untuk memahami dan berbicara
bahasa pertama dengann mendengarkan dan menggunakannya dalam situasi alami. Ini
adalah cara paling efektif dan menarik untuk belajar bahasa kedua juga. TPR (Total Physical Response) memungkinkan
siswa untuk memperoleh kosakata dalam cara yang mirip dengan bagaimana seorang
anak belajar bahasa pertamanya. Semua masukan bahasa segera dipahami dan
memungkinkan anak-anak untuk melewati masa diam dimana mereka membangun basis
pemahaman sebelum pernah diminta untuk berbicara. Setelah bahasa
diinternalisasi, produksi muncul.
TPR (Total Physical
Response) juga merupakan metode paling efektif untuk retensi jangka panjang
dari kosakata, bahkan siswa yang belajar bahasa melalui TPR tidak akan segera
melupakan hal itu. Itulah mengapa kita harus meluangkan waktu kita paling pada
kegiatan yang mendorong akuisisi alami, daripada kosakata formal dan penjelasan
struktur dan latihan. Disisi lain, TPR menyediakan hubungan antara kata-kata
tindakan. Itu untuk mengatakan, konteks berarti bagi pelajar. Metode ini juga
membebaskan peserta didik dari tekanan harus menghasilkan bahasa, sebagai
pemahaman mendahului produksi.
Dengan kata lain menggunakan TPR (Listen And Say/Repeat, Listen And Draw, Listen And Cut)
pembelajaran akan lebih menyenangkan karena seperti siswa sedang bermain. Siswa
akan lebih mudah memahami setelah dia mendengarkan dia langsung melakukan
aktivitas baik mengulang kata, menggambar, dan memotong.
B.
Rumusan
Masalah
Adapun masalah-masalah yang akan dibahas
dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Pengertian
listen and say/repeat, listen and draw,
listen and cut?
2. Pentingnya
listen and say/repeat, listen and draw,
listen and cut dalam bahasa inggris?
3. Praktek
penerapan listen and say/repeat, listen
and draw, listen and cut?
C.
Tujuan
Masalah
Adapun masalah-masalah yang akan dibahas
dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Agar
mengetahui pengertian listen and
say/repeat, listen and draw, listen and cut
2. Agar
mengetahui pentingnya listen and
say/repeat, listen and draw, listen and cut
3. Agar
mengetahui praktek penerapan listen and
say/repeat, listen and draw, listen and cut
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Listen and Say/Repeat
Dalam
teknik ini, guru mengucapkan sesuatu dan siswa hanya mendengarkan. Kemudian
guru mengucapkan lagi dan siswa diminta mengulang apa yang diucapkan oleh guru
(Suyanto,K, 2007:8). Dengan siswa mendengar terlebih dahulu , siswa akan lebih
memahami dan mengetahui pelafalan yang benar karena sudah terbiasa mendengarkan
kosakata yang diucapkan oleh guru, sehingga pada saat siswa mengulang kembali
kosakata yang diucapkan oleh guru maka pelafalannya sudah benar.
Contoh 1 : “Listen and Repeat”
Teacher
: This is a book
Students
: This is a book
Contoh 2 :
Teacher
: It is nose
Students
: It is nose
Contoh 3 :
Teacher
: This is class
Students
: This is class
Contoh 4 :
Teacher
: We , you and me
Students
: We, you and me
1.
Praktek
Penerapan Listen and Say/Repeat
Kegiatan yang dapat dilakukan oleh
seorang guru dalam pelaksanaan listen and say/repeat bisa langsung dengan cara
guru mengucapkan kosakata lalu siswa mengulang, bisa jadi dilakukan dengan cara
seperti dalam permainan pesan berantai dimana seorang murid membisikan pesan
kepada yang lain dan meneruskannya pada murid lain. Murid terakhir mengulang
apa yang diucapkan dan guru membandingkan pesan itu dengan pesan aslinya. Murid
lain menyimak dan ulangi permainan, minta murid mengulang hanya jika pesannya
benar.
a.
Contoh
dalam metode Singing, Listen and
Say/Repeat dalam Proses Pembelajaran
Pembelajaran Bahasa inggris khususnya pada anak usia
dini, lebih suka menekankan pada pengenalan akan perintah-perintah dasar (Basic instuctructions) dan pengetahuan
akan nama-nama benda atau objek yang ada disekitar mereka (Vocabulary). Maka pemanfaatan Music
and movement dalam KBM (kegiatan Belajar Mengajar) dapat dilakukan sebagai
berikut :
1)
Ketika
Baru Masuk Kelas
Untuk mendapatkan atensi anak sebelum memulai
pembelajaran, anak diajak untuk dapat duduk baik dengan hati yang senang (tidak
dalam keadaan terpaksa). Hal ini dilakukan dengan mengajak anak menyanyikan
lagu sambil menggerakan anggota badan.
Misalnya dengan menyanyikan lagu “Sit Together” (Tune : Where Is Thumbkin?)
Sit
together, sit together, Look at me, look at me
I
am good, i am good, Look at me, look at me
Nyanyian
(lagu) ini dapat dinyanyikan dengan posisi anak duduk membentuk lingkaran
dilantai, dan bernyanyi dengan gerakan menepuk paha masing-masing. Guru sebagai
model haruslah dapat menghidupkan suasana kelas agar anak merasanyaman dengan
lagu dan gerakan yang dinyanyikan bersama. Melalui nyanyian ini anak diharapkan
memahami makna dari lagu yang mereka nyanyikan. Mengajak anak untuk saling
menyapa dengan baik dapat dilakukan dengan menyanyikan, misalnya lagu : “Hello-hello”
Hello,hello,hello
and how are you?
I’m
fine, i’m fine, i hope that you are too.
2)
Ketika
Lagu Ini Dinyanyikan
Anak
diajak untuk saling melambaikan tangannya sebagai gerakan menyapa. Mengucapkan
salam dalam bahasa Inggris (Greeting),
dapat juga dikenalkan melalui nyanyian, misalnya lagu : “Good Morning” (Tune: Where Is
Thumbkin?)
Good
morning, good morning, how are you? how are you?
Very
well, i thank you, very well, i thank you
How
about you? how about you?
Good
afternoon, good afternoon, How are you? how are you?
Very
well, i thank you, very well, i thank you
How
about you? how about you?
Nyanyian-nyanyian tersebut hendaknya dapat dinyanyikan pada
setiap proses pembelajaran berlangsung, karena pengulangan (Repetition) sangat diperlukan anak usia
dini dalam mempelajari hal yang baru. Sebagai Apresiasi pengantar pembelajaran
suatu materi ajar, guru dapat menggunakan nyanyian sebagai appersepsinya.
Contoh : ketika
mengajar dengan tema wajahku, guru dapat mengajak anak menyanyikan lagu “Happy
Face” (Tune: Head and Shoulder)
Eyes,
ears, mouth and nose, mouth and nose
Eyes,
ears, mouth and nose, mouth and nose
Show
your happy face, smile.... and laugh...
Eyes,
ears, mouth and nose, mouth and nose
3)
Dalam
Pembelajaran Inti
Pada
saat kegiatan belajar mengajar berjalan, guru dapat menyelingi dengan nyanyian,
bahkan dalam pembelajaran salah satu aspek bahasa itu sendiri, seperti
pelafalan atau pengucapan, nyanyian dapat digunakan sebagai materi ajar.
Contoh : Untuk
mengajarkan bunyi dasar suatu huruf (Phonics
sound), misalnya kita dapat belajar sambil bernyanyi “Latters sounds”
Ants on the apple, a,
a, a,
Ants on the apple, a,
a, a,
Ants on the apple, a,
a, a,
A’ is the sound of ‘A’,
Bells are bouncing, b,
b, b,
Bells are bouncing, b,
b, b,
Bells are bouncing, b,
b, b,
B’ is the sound of ‘B’,
Dan seterusnya.......
Ketika anak menyanyikan lagu ini, guru dapat sambil
menunjukan kartu huruf yang dimaksud. Sehingga diharapkan anak dapat memahami
bentuk hurufnya secara visual dan melafalkan bunyinya dengan baik dan benar.
Contoh lain dapat dicari dari berbagai sumber yang sudah ada, atau juga
diciptakan oleh guru itu sendiri dengan mempertimbangkan kesesuaian antara
situasi dan kondisi serta materi yang akan disampaikan. Nyanyian sebagai materi
ajar, di dalam pembelajarannya tidak hanya dinyanyikan, akan tetapi juga dibaca
dan dipahami oleh anak. Karenanya materi nyanyian harus disesuaikan dengan usia
anak agar menyanyi menjadi suatu kegiatan yang menyenangkan bukan menjadi
beban.
4)
Sebagai
Penutup KBM (Kegiatan Belajar Mengajar)
Setelah
menyelesaikan KBM anak diajak untuk merapikan semua perlengkapannya sambil bernyanyi,
misalnya dengan lagu, “Clean up time”.
Clean
up time! Clean up time! Everyting will look just fine,
We’ll
pick up the things and put them all away,
We
can use another day.
Melalui kegiatan anak dapat dilatih untuk mandiri dan
mengembangkan rasa tanggung jawab mereka. Untuk mengakhiri proses KBM, menyanyi
juga dapat digunakan sebagai penutup, misalnya lagu “Good Bye”
Good
bye, good bye everybody,
Good
bye, good bye everybody,
Good
bye, good bye everybody,
See
you next time again.
Dengan
proses kegiatan belajar mengajar yang menarik dan variatif seperti ini,
tentunya dapat memotivasi anak untuk semakin senang dan menyukai pembelajaran
bahasa inggris. Sehingga kosakata akan dapat dengan mudah mereka kuasai dan
meningkat walau tanpa menghafalkan kosakata tersebut sehari-hari. Semakin
sering mereka mengulang kata-kata yang sama maka akan semakin cepat dan lama
pula kosakata tersebut masuk dalam ingatan mereka.
2.
Pentingnya
Listen and Say/repeat dalam
Pembelajaran Bahasa Inggris
Listen and say/repeat
sangat penting dalam proses pembelajaran bahasa inggris, karena dengan
membiasakan siswa untuk mendengar lalu mengulang kosakata akan membuat anak
belajar lebih aktif dengan listen and
say/repeat siswa akan mengetahui pelafalan kosakata dalam bahasa inggris
yang benar karena sudah terbiasa dengan mendengarkan kosakata yang diucapkan
oleh guru, hal ini akan membuat siswa lebih percaya diri untuk berbicara dalam
bahasa inggris. Dengan listen and
say/repeat akan membantu siswa mengurangi kesalahan pada pelafalan, karena
antara tulisan dan pelafalan dalam bahasa inggris itu berbeda. Pembelajaran
juga akan lebih bermakna atau berkesan jika siswa melakukannya.
3.
Keunggulan
dan Kelemahan Listen and Say/repeat
a. Keunggulan
1) Siswa
diajarkan mendengar kosakata dan mengulang apa yang didengarnya.
2) Hal
ini akan membuat siswa terbiasa dengan bahasa yang didengarnya.
3) Siswa
juga akan merasa lebih senang dalam pembelajaran ini.
4) Membantu
siswa untuk mengurangi kesalahan dalam pelafalan.
5) Jika
siswa melakukannya pembelajaran akan lebih bermakna dan berkesan.
b. Kelemahan
1) Siswa
akan lebih senang mendengarkan dan mengucapkan ketimbang menulis.
2) Masalah
bagi siswa yang memiliki daya pikir yang kurang cepat.
3) Sulit
mengerti dalam melafalkan dan menuliskan karena dalam bahasa Inggris berbeda.
B.
Pengertian
Listen and Draw
Kegiatan
ini adalah kegiatan menggambar dan mewarnai setelah mereka mengenal beberapa
kata, benda dan warna yang didapat melalui proses mendengarkan (Listening). Gambar yang diberikan dapat
disesuikan dengan apa yang disenangi siswa atau apa yang dimiliki. Demikian
pula tentang warna disesuaikan dengan konteks atau kenyataan yang ada dalam
dunia nyata. Disini seorang guru dapat menjelaskan/mendeskripsikan terlebih
dahulu tentang lisan pendek yang dapat digambar/diwarnai oleh siswa.
Contoh :
Teacher : Draw a Black Cat (gambar seekor kucing
hitam)
Draw a Caterpillar on leaf (Gambar ulat didaun)
1.
Praktek
Penerapan Listen and Draw
a.
Gambar
Dikte dan Mewarnai
Kegiatan
ini adalah kegiatan jenis tugas yang lebih populer dengan pembelajaran lainnya
karena mereka menikmati gambar dan kurang kristis terhadap standar hasil
mereka. (Ur.1984). adapun pelajaran tua, guru bisa meminta mereka untuk menarik
lebih banyak hal membuat posisi dan arah hal-hal yang lebih rumit.
Example
: Tomato (tomat)
Teacher
: memberikan Clue
Clue : Bentuknya bulat mempunyai
tiga warna (hijau, kuning, merah) yang menarik , bisa dimakan dan mengandung
vitamin A. Buah apakah itu...?
Student
: Answer “Tomato”
1) Melengkapi Gambar
Ada
gambar garis dengan beberapa item ditarik. Para peserta didik diminta untuk
mendengarkan dan menarik sisanya. Hal ini mirip dengan gambar yang lebih rumit
dan harus diadopsi. Guru dapat menggunakan landscape atau peta arsitektur.
Contoh : Menghubungkan
Gambar yang belum sempurna dan harus melengkapi gambar tersebut.
Misalnya : Gambar
Bintang, Binatang dan lain-lain.
2) Identifikasi dan Seleksi
Para
pelajar mungkin juga mendengarkan satu deskripsi atau dialog beberapa gambar,
dan kemudian memutuskan dialog atau deskripsikan pertandingan gambar. Atau
peserta didik hanya dapat memegang satu gambar dan mendengarkan dua atau tiga
kali deskripsi singkat dan dialog. Guru juga dapat menyajikan tugas dalam
berbagai penyamaran, untuk mengidentifikasi orang yang dicari atau mobil curian
yang dijelaskan dalam pesan radio.
Ini
adalah jenis aktivitas yang mana tingkat kesulitan dapat diubah baik oleh
tingkat kesamaan atau kontras antara gambar dan oleh tingkat kecanggihan dari
deskripsi sesuai dengan kemampuan bahasa target dari peserta didik. Siswa
seharusnya mampu untuk menandai gambar mereka, hal-hal yang berbeda dari apa
yang mereka dengar.
3)
Menemukan
Kesalahan Dalam Gambar
Kegiatan
ini mengharuskan siswa untuk mendengarkan guru atau perekam dengan penuh
perhatian, dan mencoba untuk mencari tahu kesalahan dalam gambar, yaitu untuk
memberitahu perbedaan antara gambar yang diberikan dan yang sedang dijelaskan.
Ini adalah jenis kegiatan yang menyenangkan siswa. Ini sebenarnya adalah versi
yang sedikit lebih canggih dari latihan benar atau salah, tetapi lebih
komunikatif dari “T” tertulis “F” karena pernyataan peserta didik hanya perlu
fokus pada makna. Guru bisa menggunakan murni gambar atau gambar, atau
menambahkan beberapa kata, frase atau kalimat.
4) Sequencing (Rangkaian)
Ini
adalah variasi dari jenis identifikasi dan seleksi. Pembelajaran sekarang harus
mengidentifikasi gambar berturut-turut yang dijelaskan atau disebutkan dalam
rangka untuk menempatkan mereka dalam urutan yang benar. Untuk membuat jenis
latihan lebih rumit, kita dapat menambahkan jumlah dan tingkat kesamaan gambar,
meningkatkan kompleksitas bahasa dan meningkatkan kecepatan pengiriman
ketingkat yang lebih sulit.
5) Menemukan dan Menemukan Rute
Dalam
kegitan semacam ini, para peserta didik diminta untuk menempatkan barang-barang
tidak berurutan menjadi berurutan. Tapi koleksi yang sesuai, misalnya pada
rencana rumah atau kota, atau mereka mungkin mendengarkan keterangan dan
melacak rute yang dijelaskan. Sifat input bahasa dapat bervariasi disini.
Sebagai contoh, mungkin terdiri dari instruksi langsung yang mana peserta didik
harus melaksanakan, deskripsi diucapkan dengan percakapan antara dua orang yang
sedang membahas dimana untuk menempatkan furnitur di kamar atau memberitahu
orang lain tentang perjalanan baru-baru ini dan seterusnya (Littlewood, 1981).
Berbagai jenis peta, kelengkapan informasi, jumlah fitur dan kompatibilitas
dari informasi yang disajikan dalam teks membantu guru untuk menemukan tingkat
kesulitan suatu tugas.
2.
Pentingnya
Listen and Draw Dalam Pembelajaran
Bahasa Inggris
Listen and draw
penting dalam pembelajaran bahasa inggris karena kita dapat melatih respon
siswa. Listen and draw juga bisa
meningkatkan kreatifitas siswa dalam menggambar. Membuat pembelajaran
mendengarkan dalam bahasa inggris lebih menyenangkan, sehingga siswa tidak
merasa bosan.
3.
Keunggulan
dan Kelemahan Listen and Draw
a.
Keunggulan
1)
Dapat melatih respon siswa.
2)
Dapat meningkatkan daya
imajinasi siswa.
3)
Dapat meningkatkan
kreatifitas siswa dalam menggambar.
4)
Siswa tidak akan merasa bosan
karena dalam pembelajaran baha inggris menyenangkan.
5)
Cocok diterapkan di tingkat
kelas rendah maupun kelas atas.
b.
Kelemahan
1) Menjadi
tantangan bagi siswa yang pemalu.
2) Siswa
akan lebih senang menggambar dibandikan dengan menulis.
C.
Pengertian
Listen and Cut
Listen and cut
adalah suatu kegiatan mendengarkan lalu memotong. Kegiatan ini ada hubungannya
dengan kegiatan kesenian. Seorang guru bisa terlebih dahulu mendeskripsikan
lisan pendek mengenai apa yang akan dibuat, baik mengenai bahan-bahan yang akan
dibuatnya maupun langkah-lankah pembuatannya. Contoh : Please make woven mats of paper astero
1.
Praktek
Penerapan Listen and Cut
a.
Memotong gambar yang sudah jadi
secara langsung. Guru dapat menginstruksikan siswa untuk memotong gambar yang
sudah disediakan terlebih dahulu oleh guru, tetapi tetap guru harus menjelaskan
terlebih dahulu bagai mana cara memotongnya dan siswa harus mendengarkan
penjelasan yang diberikan oleh guru, sehingga siswa dapat memotong gambar
dengan tepat. Contoh : Please cutting the
black cat in the picture.
b.
Guru dapat menginstruksikan siswa
untuk membuat sebuah karya seni, misalnya membuat anyaman dari kertas. Contoh :
terlebih dahulu menjelaskan bahan-bahan apa saja yang akan diperlukan oleh guru
lalu siswa membuatnya.
2.
Pentingnya
Lisan and Cut dalam Pembelajaran
Bahasa Inggris
Dengan
menggunakan metode listen and cut dalam pembelajaran bahasa inggris kita bisa
melatih keterampilan siswa dan ketelitian siswa. Pembelajaran ini juga bisa
bermakna apabila siswa itu melakukannya seperti pada kegiatan memotong ini.
3.
Keunggulan
dan Kelemahan Listen and Cut
a. Keunggulan
1) Bisa
melatih keterampilan kepada peserta didik.
2) Peserta
didik lebih teliti dalam memotong gambar agar hasilnya rapih.
b. Kelemahan
1) Hanya
cocok di terapkan di kelas 3 sampai kelas atas saja.
2) Bila
di terapkan di kelas rendah (1 dan 2) berbahaya karena menggunakan alat tajam
(gunting).
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Listen and repeat
adalah suatu kegiatan dimana guru mengucapkan sesuatu dan siswa hanya
mendengarkan. Kemudian guru mengucapkan lagi dan siswa diminta untuk mengulang
apa yang telah diucapkan oleh guru.
Listen and draw
adalah suatu kegiatan menggambar dan mewarnai setelah mereka mengenal beberapa
kata, benda, dan warna yang didapat melalui proses mendengarkan
Listen and cut adalah
suatu kegiatan mendengatkan lalu memotong. Kegiatan ini ada hubungannya dengan
kegiatan seni. Seorang guru bisa terlebih dahulu mendeskripsikan lisan secara
pendek mengenai apa yang akan dibuat, baik mengenai bahan-bahan yang akan
dibuatnya maupun langkah-langkah pembuatannya.
B.
Saran
Saya
berharap dengan adanya TPR ( Total
Physical Response ) “ Listen and
Say/Repeat, Listen an Draw, and , Listen and Cut “ dalam pembelajaran
bahasa inggris dapat bermanfaat bagi para pendidik dan siswa dapat dengan mudah
memahami kosakata dalam pembelajaran bahasa inggris. Karena pada dasarnya untuk
mempelajari bahasa inggris siswa mengalami kesulitan dalam pelafalan dan
penulisan.
DAFTAR
PUSTAKA
LAMPIRAN
Langganan:
Postingan (Atom)